Skip ke Konten
ERP Infinys
  • Beranda
  • Solusi
    shopping_cart

    ShopUp

    E-commerce UMKM yang Siap Jualan
    a person sitting at a desk with a calculator and a notebook

    IntegraERP

    Kelola Operasional dengan Mudah
    shopping_cart_2

    Bengkelin

    Soluse Lengkap untuk Bisnis Otomotif
    Coretax

    Layanan

    Layanan Kami
    shopping_cart2

    TixUp

    Ticketing untuk Event, Travel atau Konser
    black iphone 4 on gray textile

    IntegraCampaign

    Kirim Pesan Massal & Survey Tanpa Ribet
    efaktur

    CareServiceOps

    Digitalisasi Service Center
    shopping_cart3

    BizUp

    Company Profile yang Naik Kelas
    coconut palm trees in hotel lobby

    IntegraHotel

    Kelola Hotel Lebih Mudah dan Terintegrasi
    a screenshot of a computer

    WAPI

    WhatsApp API Gateway 
  • Portofolio
    • Produk kami
    • Odoo addons
    • Portofolio proyek
  • Artikel
    • Berita
    • Basis pengetahuan
    • Otomatisasi
    • Laporan
    • Videos
  • Tentang
  • 021-2968-2828
  • EN ID
  • Hubungi kami
ERP Infinys
      • Beranda
      • Solusi
      • Portofolio
        • Produk kami
        • Odoo addons
        • Portofolio proyek
      • Artikel
        • Berita
        • Basis pengetahuan
        • Otomatisasi
        • Laporan
        • Videos
      • Tentang
    • 021-2968-2828
    • EN ID
    • Hubungi kami

    Konfigurasi UOM untuk e-Faktur Coretax di Odoo 19

  • Semua Blog
  • Basis pengetahuan
  • Konfigurasi UOM untuk e-Faktur Coretax di Odoo 19
  • 3 Juli 2026 oleh
    Admin

    Ringkasan: Di sistem Coretax, satuan barang (UOM) pada faktur pajak wajib menggunakan kode satuan resmi DJP, bukan teks bebas. Odoo 19 memetakan UOM ke kode e-Faktur lewat menu UoM Categories. DJP juga baru merilis template XML versi 1.6 yang menambahkan 6 kode satuan baru — tim implementasi perlu memastikan kode-kode ini ikut tersedia di mapping UOM Odoo.

    Kenapa UOM Jadi Isu Kritis di Era Coretax?

    Coretax menggantikan sistem e-Faktur lama yang berbasis CSV dengan format XML yang jauh lebih terstruktur. Satu hal yang sering luput dari perhatian tim implementasi ERP adalah satuan barang atau jasa (Unit of Measure).

    Di sistem lama, kolom satuan pada faktur pajak relatif fleksibel — bisa diisi teks bebas seperti "pcs", "box", atau "unit". Di Coretax, satuan ini harus dipetakan ke kode satuan standar DJP. XML yang tidak memuat kode valid akan ditolak saat diunggah.

    Tantangan ini makin terasa untuk perusahaan dengan banyak variasi UoM — pcs, box, karton, dus, lusin, kg, meter, dan seterusnya — karena setiap satuan harus punya padanan resmi di Coretax sebelum faktur bisa diterbitkan.

    PER-11/PJ/2025 juga mengatur bahwa jika kuantitas menggunakan satuan tertentu (misalnya "3 unit komputer"), keterangan jumlah dan satuan itu harus tetap tercermin secara eksplisit pada nama barang/jasa di faktur — bukan hanya di kolom kuantitas.

    Cara Odoo 19 Memetakan UOM ke Kode e-Faktur

    Odoo 19 menyediakan mekanisme bawaan untuk memetakan UoM internal ke kode UoM e-Faktur Coretax, sehingga proses ini tidak perlu dilakukan manual di setiap invoice.

    Langkah konfigurasinya:

    1. Buka Inventory ‣ Configuration ‣ UoM Categories.
    2. Pilih kategori yang ingin dikonfigurasi.
    3. Pilih kode UoM e-Faktur yang sesuai dari daftar yang tersedia pada kategori tersebut.

    Poin penting: pemetaan dilakukan di level UoM Category, bukan per UoM individual. Jadi satu kategori (misalnya "Unit", "Weight", "Volume") mewakili satu kode e-Faktur untuk seluruh UoM di dalamnya.

    Syarat Agar e-Faktur Bisa Dibuat

    Sebelum kode UOM pun berperan, dua syarat dasar berikut wajib dipenuhi di master data:

    • Negara pada contact customer harus Indonesia.
    • Checkbox "Is PKP" pada contact form customer harus aktif.

    Alur Kerja End-to-End di Odoo

    1. Buat invoice lewat Accounting ‣ Customers ‣ Invoices.
    2. Pada tab Other Info, bagian Electronic Tax, pilih Kode Transaksi yang sesuai (sudah digenerate otomatis oleh Odoo, tidak bisa diedit bebas).
    3. Konfirmasi invoice.
    4. Klik ikon Actions ‣ Download e-faktur. File XML yang dihasilkan lalu diunggah ke sistem Coretax.
    5. Field e-Faktur Document (Coretax) pada invoice akan terisi otomatis setelah proses ini.
    6. Untuk volume tinggi, pilih beberapa invoice sekaligus di list view, lalu pilih Download e-faktur dari menu Actions untuk menghasilkan satu file XML batch.

    Update Penting: Kode UOM Baru di Template XML Coretax v1.6

    DJP merilis pembaruan template Excel faktur pajak keluaran ke versi 1.6, salah satu fokusnya adalah penambahan daftar kode satuan ukur (UOM). Ini relevan langsung untuk konfigurasi UoM Category di Odoo, karena kode-kode berikut perlu ikut tersedia di mapping agar tidak terjadi kegagalan validasi saat upload ke Coretax.

    Berikut kode UOM baru yang ditambahkan di template v1.6:

    KodeNama Satuan
    UM.0034Meter Kubik
    UM.0035Sentimeter Persegi
    UM.0036Drum
    UM.0037Karton
    UM.0038Kwh (Kilowatt-hour)
    UM.0039Roll

    Catatan teknis penting: meskipun template Excel sudah naik ke versi 1.6, aplikasi converter Excel-ke-XML per rilis ini masih menggunakan versi 1.5. Jadi tim implementasi perlu memverifikasi kompatibilitas versi converter yang dipakai sebelum menganggap satuan baru ini otomatis bisa diproses end-to-end.

    Apa yang Perlu Dilakukan Tim Implementasi Odoo

    • Audit ulang UoM Category yang sudah dikonfigurasi — khususnya untuk produk yang menggunakan satuan karton, drum, roll, meter kubik, kwh, atau sentimeter persegi. Pastikan kode UOM e-Faktur pada kategori terkait sudah mengarah ke kode v1.6 yang benar (UM.0034–UM.0039), bukan kode lama atau kategori generik yang tidak sesuai.
    • Cek versi converter yang digunakan di sisi Coretax/DJP jika proses upload masih melalui jalur konversi Excel-ke-XML manual, karena ketidaksesuaian versi bisa menyebabkan kode satuan baru tidak terbaca dengan benar.
    • Update dokumentasi BRD/SOP terkait mapping UOM agar mencantumkan referensi versi template yang dipakai (v1.6), sehingga saat DJP merilis versi berikutnya, tim tahu bagian mana yang harus dicek ulang.

    Cara Cepat Menambahkan Kode UOM Baru via SQL

    Kode UOM e-Faktur di Odoo disimpan pada tabel l10n_id_efaktur_coretax_uom_code. Jika kode UOM v1.6 belum tersedia di pilihan dropdown UoM Category, cara tercepat untuk menambahkannya secara massal adalah lewat query langsung ke database, tanpa perlu input satu per satu lewat UI:

    sql

    INSERT INTO public.l10n_id_efaktur_coretax_uom_code
      (create_uid, write_uid, code, name, create_date, write_date)
    VALUES
      (1, 1, 'UM.0034', 'Meter Kubik',        NOW(), NOW()),
      (1, 1, 'UM.0035', 'Sentimeter Persegi', NOW(), NOW()),
      (1, 1, 'UM.0038', 'KWh',                NOW(), NOW()),
      (1, 1, 'UM.0039', 'Roll',               NOW(), NOW());

    Catatan penggunaan:

    • create_uid dan write_uid diisi 1, yaitu ID user Administrator/OdooBot bawaan Odoo. Sesuaikan jika ID user admin di instance yang bersangkutan berbeda.
    • UM.0036 (Drum) dan UM.0037 (Karton) sengaja tidak disertakan dalam contoh di atas — cek dulu apakah kode tersebut sudah ada di tabel sebelum insert, karena "Karton" kemungkinan sudah tersedia sebagai kategori bawaan sebelum update v1.6.
    • Selalu cek data existing dulu dengan SELECT code, name FROM l10n_id_efaktur_coretax_uom_code WHERE code IN ('UM.0034','UM.0035','UM.0036','UM.0037','UM.0038','UM.0039'); sebelum menjalankan INSERT, untuk menghindari duplikasi kode.
    • Jalankan di environment staging/testing dulu, bukan langsung ke database produksi. Setelah diverifikasi, baru dijalankan di production dengan backup database sebelumnya.
    • Setelah kode ini ditambahkan ke tabel, kode akan otomatis muncul sebagai pilihan di dropdown UoM Categories ‣ e-Faktur UoM Code dan bisa langsung dipetakan ke UoM Category yang sesuai.
    • Perlakukan langkah ini sebagai workaround sebelum modul lokalisasi Indonesia resmi Odoo merilis update yang memuat kode-kode v1.6 secara native. Saat modul resmi sudah diperbarui, sebaiknya migrasi kembali ke data bawaan modul untuk menghindari konflik saat upgrade Odoo di kemudian hari.

    Hal Lain yang Perlu Diperhatikan Tim Implementasi

    1. Audit UoM Category sebelum go-live. Jangan asumsikan default UoM Category bawaan Odoo sudah cukup. Inventarisasi seluruh UoM yang benar-benar dipakai di master produk, lalu pastikan setiap kategori punya kode e-Faktur yang tepat sebelum data produk di-import secara massal.

    2. Pahami sifat XML yang tidak bisa diedit. File e-Faktur yang sudah didownload tidak bisa diedit. Perubahan apa pun pada invoice setelahnya tidak otomatis memperbarui XML yang sudah dibuat, dan hanya versi pertama yang dianggap valid. Jika ada revisi harga, kuantitas, atau UoM setelah XML pertama diunduh, satu-satunya jalan adalah membuat dan mengonfirmasi invoice baru — bukan mengedit invoice lama.

    3. Jangan mengandalkan fallback/auto-mapping untuk UOM yang jarang dipakai. Beberapa sistem sejenis menerapkan auto-mapping berbasis nama satuan jika field referensi kode pajak kosong. Meskipun mekanisme Odoo berbeda (pemetaan di level UoM Category), prinsipnya sama: selalu verifikasi manual saat ada UoM baru masuk ke master data, jangan mengandalkan default sistem.

    4. Selaraskan dengan ketentuan nama barang di PER-11/PJ/2025. Jika jumlah unit atau satuan tertentu diketahui, PKP wajib mencantumkan keterangan jumlah dan satuan tersebut pada kolom nama Barang Kena Pajak/Jasa Kena Pajak — bukan hanya di kolom kuantitas terpisah. Contoh resmi DJP: "Komputer merek ABC sebanyak 3 (tiga) unit dengan harga jual Rp5.000.000,00 per unit."

    5. Uji dengan skenario batch, bukan hanya single invoice. Fitur download batch berguna untuk volume transaksi tinggi, tapi juga rawan menyembunyikan masalah mapping UOM yang tidak konsisten. UAT sebaiknya mencakup skenario batch dengan kombinasi UoM yang bervariasi, termasuk kode-kode baru dari v1.6.

    Ringkasan Cepat (untuk Checklist)

    • Semua UoM yang dipakai di master produk sudah dipetakan ke kode e-Faktur yang benar di level UoM Category.
    • Kode UOM baru v1.6 (UM.0034–UM.0039) sudah ditinjau dan dimasukkan jika relevan dengan produk klien — via UI atau SQL insert ke l10n_id_efaktur_coretax_uom_code.
    • Jika menggunakan SQL insert, sudah dicek dulu data existing untuk menghindari duplikasi kode, dan sudah diuji di staging sebelum production.
    • Versi converter Excel-ke-XML yang dipakai sudah dicek kompatibilitasnya.
    • Customer terkait sudah punya negara "Indonesia" dan checkbox "Is PKP" aktif.
    • UAT sudah mencakup skenario batch dengan variasi UOM.
    • SOP internal mencantumkan aturan "invoice baru, bukan edit" untuk revisi setelah XML terbit.

    Pertanyaan Umum

    Apakah kode UOM di Odoo otomatis mengikuti update DJP? Tidak otomatis. Kode UOM e-Faktur di Odoo dikonfigurasi manual per UoM Category, sehingga saat DJP merilis kode baru (seperti pada v1.6), tim implementasi perlu memperbarui mapping tersebut secara manual.

    Apakah faktur yang sudah didownload bisa direvisi jika UOM salah? Tidak. XML e-Faktur bersifat final setelah diunduh. Jika ada kesalahan UOM, solusinya adalah membuat dan mengonfirmasi invoice baru, bukan mengedit invoice yang sama.

    Apakah semua UoM Category perlu diberi kode e-Faktur? Idealnya ya, terutama untuk kategori yang benar-benar dipakai di produk yang dijual ke customer PKP Indonesia. Kategori yang tidak relevan dengan penjualan berbasis PPN bisa dilewati, tapi tetap perlu diverifikasi saat UAT.

    Referensi : https://www.odoo.com/documentation/19.0/applications/finance/fiscal_localizations/indonesia.html


    di dalam Basis pengetahuan
    # Coretax Odoo
    Admin 3 Juli 2026
    Share post ini
    Label
    Coretax Odoo
    Blog-blog kami
    • Berita
    • Basis pengetahuan
    • Otomatisasi
    • Laporan
    • Videos
    Masuk untuk meninggalkan komentar
    A Brief Guide to Coretax in Odoo ERP
    oleh Infinys System Indonesia
    Beranda Layanan Portofolio Artikel Tentang Hubungi kami
    Ikuti kami
    Klik di sini untuk menyiapkan jaringan sosial Anda
    Klik di sini untuk menyiapkan jaringan sosial Anda
    Klik di sini untuk menyiapkan jaringan sosial Anda
    Copyright © Infinyscloud
    en | id
    Dipersembahkan oleh Odoo - Buat sebuah website gratis